Anakku....
belajarlah kau disana
jangan kau seperti bapa
yang jadi penyemir sepatu
Sorry, bila Bapak berbohong
kerja di gedung.....
di kota ini Bapak sendiri
tidur di aspal
yang jadi selimut dan bantal
Bapa janji uang ini halal
dari keringat bercucuran
dari sepatu-sepatu
karena doa dan cintamu Tuhan mudahkan menyemir sepatu
Nanti Bapa akan datang
bawa sekoper uang
namun hanya waktu menang undian
dan tak ada lagi digelapkan
Itu nanti anakku,tunggulah itu
saat Bapakmu ikut pemilu
kandidat Partai Penyemir Sepatu
jadi Presiden Baru......
Sabtu, 20 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar